Usia Rawan Perselingkuhan

perselingkuhan

Usia Rawan Perselingkuhan

 

Pernikahan berlangsung seperti biasanya, sampai tiba-tiba pasangan mulai bertingkah ‘aneh’. Ada apa dengan pasangan kita?

Dunia dikejutkan dengan berita yaitu terkuaknya data situs Ashley Madison. Bukan, ini bukanlah teman baru keluarga Kardashian. Ashley Madison adalah sebuah situs kencan yang dikhususkan untuk mereka yang sudah menikah, dan ingin mencari “teman” baru. Ya, ini adalah situs perselingkuhan. Situs ini di’hack’ dan keluarlah semua nama dan data dari penggunanya, sekitar 37 juta orang penggunanya. Jumlah pengguna laki-laki adalah 31 juta. Sungguh angka yang mencengangkan. Hal ini pasti membuat anda dan semua orang khawatir.

: http://www.uniquecardwedding.co.id/usia-rawan-perselingkuhan

Terdapat krisis paruh baya laki-laki dimulai di usia 40 thn’an, hal ini lah yang harus diwaspadai lebih ekstra oleh para istri. Peneliti life-span dari Universitas Zurich, Swiss, Alexandra Freund, punya opini berbeda. “Tidak ada waktu spesifik yang memicu krisis dalam hidup seseorang. Akan ada momen saat satu masalah benar-benar memicu semua dan ya sudah, segala hal mungkin terjadi. That’s why jangan sampai bom waktu dalam pernikahan meledak. Kembali ke usia rawan perselingkuhan, ternyata, peneliti menyimpulkan bahwa Lelaki paling rawan berselingkuh setiap kali mereka akan memasuki dekade baru, seperti usia 29, 39, 49 dan 59. Meski dari angka pengguna, usia 33 juga angka yang cukup tinggi.
Mengapa terjadi perselingkuhan di usia tersebut? Karema biasanya ini adalah masa ketika mereka mulai berhenti sejenak dan mengevaluasi kehidupan mereka beberapa tahun terakhir.
Saat kita menikah kita mulai menciptakan rutinitas dalam kehidupan bersama pasangan. Dan aktivitas berjalan dengan lancar dan baik-naik saja.  Namun ketika yang terjadi malah sebaliknya, ada yang aneh dengan tingkah pasangan kita, mulai merasakan curiga satu sama lain. Mungkin ada yang mulai mengubah penampilan, mulai dari cat rambut sampai benar-benar mengubah cara berpakaian. Ada yang mulai kembali berhubungan dengan teman-teman lama lewat media sosial.
Hal ini tidak dipastikan juga bahwa perubahan yang terjadi itu berarti telah terjadi perselingkuhan. Tetapi, ada baiknya jika kita belajar untuk membuka lebar pintu komunikasi dan cari tahu apa yang telah terjadi. Mengingat bahwa dalam sebuah pernikahan pasti banyak perbedaan yang perlu kita tangani dengan tanggung jawab bersama.  Tentunya Ini akan memperkecil kemungkinan perselingkuhan terjadi.

Perselingkuhan biasanya sering dilakukan oleh laki-laki namun bukan hanya  oleh laki-laki saja. Perempuan juga punya kemungkinan bisa melakukan tidakan untuk selingkuh. Menurut survei, perempuan masa kini punya kemungkinan 40% lebih besar untuk berselingkuh dibandingkan dengan si masa lalu.

Seorang penulis, Charles J. Orlando, melakukan sebuah investigasi di situs Ashley Madison untuk mencari tahu mengapa kebanyakan wanita itu  berselingkuh. Beliau menemukan bahwa sebagian besar wanita yang ia dekati mencintai pasangannya, dan tidak ingin bercerai. Mereka mendaftar ke situs itu karena mendamba passion yang semakin memudar seiring usia pernikahan bertambah. Ini bukan mengenai seks, walau banyak perempuan yang secara langsung mencari seks di situs ini. Mereka suka merasa ‘dikejar’. Mereka ingin merasa diinginkan. Mereka ingin dirayu. Alasan utama perempuan berselingkuh adalah kurangnya menghabiskan waktu yang berkualitas dengan suami. Ada alasan lain yaitu kurangnya perhatian dari sang suami. Tetapi bukan alasan seperti itu perempuan bisa selingkuh. banyak alasan yang mungkin bervariasi, mengapa perempuan berpaling sari suaminya.

sedikit pesan yang mungkin bisa dijadikan untuk mencegah agar tidak berselingkuh. Jika Anda mendamba perhatian seperti waktu pacaran dulu, ya katakan saja. Jangan ada persaan ragu untuk menjadi spesifik. Kalau merasa dia mulai bersikap aneh, mulailah berkomunikasi dengan benar dan dengarkan keluhan pasangan anda dan beri masukan yang tepat. Jagalah keharmonisan rumah tangga anda dengan benar, kita menginginkan hidup bersama selamanya bersama pasangan tercinta, jangan sia-siakan orang yang telah menyayangi kita.

 

 

Share the Post

About the Author

Comments (1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.