TAAT KEPADA SUAMI

taat pada suami

TAAT KEPADA SUAMI

TAAT KEPADA SUAMI

Taat kepada suami ialah ciri perempuan penghuni surga. Menjadi perempuan yang taat kepada suami merupakan jalan cepat menuju surga. Ketaatan kepada suami dan bersikap hormat kepadanya dapat meninggikan derajat pahala seorang istri sampai derajat pahala orang-orang yang taat di jalan Allah Sungguh menakjubkan Hal tersebut sebagaimana.
hadits dari Abdullah ibnu `Abbas r.a. bahwa seorang perempuan berkata,
 “Wahai Rasulullah, aku adalah utusan kaum perempuan kepadamu.” Lalu ia menyebutkan keuntungan yang diperoleh kaum laki-laki dari berjihad dan lainnya berupa pahala dan harta rampasan perang. Dan ia berkata,

 “Lalu apa yang kami peroleh dari semua itu?” Kemudian beliau menjawab, “Sampaikanlah kepada tiap perempuan yang kamu jumpai bahwa ketaatan kepada suami dan mengakui haknya mengimbangi pahala semua itu, tetapi sedikit sekali di antara kalian yang mampu melakukannya.


” (HR. Al-Bazzar dan Ath-Thabrani).
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,
ٱلرِّجَالُ قَوَّٰمُونَ عَلَى ٱلنِّسَآءِ بِمَا فَضَّلَ ٱللَّهُ بَعۡضَهُمۡ عَلَىٰ بَعۡضٖ وَبِمَآ أَنفَقُواْ مِنۡ أَمۡوَٰلِهِمۡۚ فَٱلصَّٰلِحَٰتُ قَٰنِتَٰتٌ حَٰفِظَٰتٞ لِّلۡغَيۡبِ بِمَا حَفِظَ ٱللَّهُۚ وَٱلَّٰتِي تَخَافُونَ نُشُوزَهُنَّ فَعِظُوهُنَّ وَٱهۡجُرُوهُنَّ فِي ٱلۡمَضَاجِعِ وَٱضۡرِبُوهُنَّۖ فَإِنۡ أَطَعۡنَكُمۡ فَلَا تَبۡغُواْ عَلَيۡهِنَّ سَبِيلًاۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلِيّٗا كَبِيرٗا ٣٤
Artinya “Kaum pria adalah pemimpin bagi kaum wanita, karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (pria) atas sebagian yang lain (wanita), dan karena mereka (pria) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Maka dari itu, wanita yang salihah ialah yang taat kepada Allah subhanahu wa ta’alaagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kalian khawatirkan nusyuznya, maka nasihatilah mereka, dan jauhilah mereka di tempat tidur, dan pukullah mereka. Jika mereka menaati kalian, janganlah kalian mencari-cari jalan untuk menyusahkan mereka. Sesungguhnya Allah Mahatinggi lagi Mahabesar.”
 ketaatan dan penghormatan istri terhadap suaminya dapat diwujudkan dalam sikap-sikap sebagai berikut:
1. Tidak Melanggar Hak Batin Dari Seorang Suami
نِسَاؤُكُمْ حَرْثٌ لَكُمْ فَأْتُوا حَرْثَكُمْ أَنَّىٰ شِئْتُمْ ۖ وَقَدِّمُوا لِأَنْفُسِكُمْ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّكُمْ مُلَاقُوهُ ۗ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ

Artinya “Isteri-isterimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki. Dan kerjakanlah (amal yang baik) untuk dirimu, dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu kelak akan menemui-Nya. Dan berilah kabar gembira orang-orang yang beriman”.


Jika istri mempunyai rasa enggan (tanpa ada udzur) dalam menunaikan hak ini, termasuk salah satu dosa besar yang dilakukan istri terhadap suaminya. Rasulullah SAW telah menegaskan hal itu dalam sabdanya, “Jika seorang laki-laki mengajak istrinya ke tempat tidur, tetapi ia tidak memenuhi ajakan suaminya, lalu si suami bermalam dalam keadaan marah kepadanya, niscaya malaikat melaknatnya sampai pagi hari.” Dalam riwayat lain disebutkan, “Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidaklah seorang laki-laki mengajak istrinya ke tempat tidur, tetapi ia menolak melainkan penghuni langit akan murka hingga suami meridhainya.”
2. Tidak Mengizinkan Orang Lain Masuk ke Rumah tanpa Izin Suami
Islam memerintahkan kepada suami dan istri untuk menjaga kehormatan dan kemuliaan rumah. Salah satunya adalah istri harus menunjukkan kesucian dirinya dengan tidak mengizinkan orang lain masuk ke rumah tanpa kehadiran dan izin suaminya. Alasannya adalah kehadiran orang lain (khususnya laki-laki) dapat menimbulkan fitnah dan memudarkan kehormatan rumah sehingga dikhawatirkan orang yang masuk ke dalam rumah adalah orang yang tidak disukai oleh suami. Hal tersebut sebagaimana sabda Rasulullah SAW, ”Tidak diperkenankan bagi seorang istri untuk mengizinkan seseorang masuk ke dalam rumahnya, kecuali atas izin suaminya.” (HR. Bukhari-Muslim).
3. Mengikuti Suami dalam hal Tempat Tinggal
Termasuk ke dalam ketaatan dan penghormatan kepada suami adalah istri mengikuti keinginan suami dalam masalah tempat tinggal, dengan catatan memenuhi syarat agama dan suami telah memenuhi hak-haknya secara baik. Dengan kata lain, jika suami sudah merasa mampu untuk menyediakan tempat tinggal, kemudian mengajak istrinya pindah dari rumah orang tuanya, maka istri wajib mengikuti ajakan suaminya tersebut. Sebab ciri perempuan shalehah adalah memenuhi hak suami sebagai pemimpin rumah tangga secara sempurna. Disebutkan dalam sebuah hadits dari Abdullah bin Abi Aufa r.a., Rasulullah SAW bersabda, ”Jikalau aku (diperbolehkan) memerintahkan seseorang untuk bersujud kepada selain Allah, niscaya aku perintahkan perempuan bersujud kepada suaminya. Dan demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidaklah seorang istri memenuhi hak Tuhannya hingga ia menunaikan semua hak suaminya, sehingga jikalau suami meminta dirinya, sedangkan ia berada di tungku (di dapur), janganlah ia menolaknya.” (HR. Ahmad, Ibnu Majah, dan Ibnu Hiban).
4. Tidak Keluar Rumah tanpa Izin Suami
Diceritakan, ada seorang istri yang mendapatkan amanah atau perintah dari suaminya agar ia tidak meninggalkan rumah untuk kepentingan apa pun hingga suaminya pulang dari jihad di jalan Allah. Beberapa hari setelah suaminya pergi jihad, datanglah seorang utusan yang mengatakan bahwa ia diminta ibunya untuk datang karena ibunya sedang sakit. Namun perempuan itu menolak dengan alasan suaminya melarang ke luar rumah sampai ia pulang. Hari berikutnya utusan itu datang lagi dan menyampaikan pesan bahwa sakit ibunya bertambah parah dan ia diminta untuk menengok ibunya itu. Namun perempuan tersebut tetap menolak dengan alasan yang sama, yakni karena suaminya tidak mengizinkannya ke mana-mana. Hari berikutnya utusan itu muncul lagi dan menyampaikan kabar bahwa ibunya telah meninggal dunia dan ia diminta untuk datang melihat jasadnya sebelum dimakamkan. Tetapi perempuan tersebut tetap menolak bahwa ia tidak bisa pergi ke luar rumah sampai suaminya pulang dari jihad.

 

Share the Post

About the Author

Comments

No comment yet.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: