Mengenali Gejala Kekerasan Rumah Tangga

pertengkaran-dalam-rumah-tangga

Mengenali Gejala Kekerasan Rumah Tangga

Mengenali Gejala Kekerasan Rumah Tangga

akibat kdrtSemua orang sejatinya menginginkan pernikahan yang sempurna, minim konflik, dan bahagia hingga tua nanti. Namun ada kalanya watak dan temperamen yang buruk turut menghiasi pernikahan, yang bisa berujung pada kekerasan domestik atau biasa disebut kekerasan rumah tangga.
Tidak hanya berbentuk fisik, kekerasan secara verbal pun bisa terjadi yang biasanya disebut verbal abuse. Verbal abuse meliputi sekumpulan pola-pola emosional yang tidak normal yang ada pada diri  seseorang. Tidak normal disini lebih mengarah kepada kekerasan, mengancam, menyiksa, menghina, dan memanipulasi. Orang yang memiliki pola emosional yang tidak normal ini tidak bisa menggunakan mekanisme tubuh mereka untuk berpikiran positif. Biasanya, orang-orang yang seperti ini dibarengi dengan gangguan kepribadian.
Banyak pernikahan yang gagal karena suami atau istri yang terlampau keras, hingga berbentuk penyiksaan verbal seperti membentak, menghina, atau mengeluarkan kata-kata kotor. Jika penyiksaan verbal ini terus berlanjut dan bertambah parah, biasanya akan berujung pada penyiksaan fisik seperti mendorong, memukul, bahkan hingga membunuh. Berbahaya sekali bukan? Untuk itu, kenali tanda-tanda kekerasan pada rumah tangga sebelum anda mengalaminya!

Pasangan Sering Berkata Kotor
Pasangan anda tidak segan-segan untuk berkata kotor dan kasar kepada anda. Anda sering dibilang bodoh, tolol, dan juga menyebut nama-nama binatang. Jika pasangan anda memiliki kebiasaan untuk berkata kotor pada anda, anda harus mulai hati-hati. Biasanya, kekerasan rumah tangga berawal dari verbal abuse yang kemudian berkembang menjadi physical abuse

Pasangan Tidak Atau Jarang Berempati
Apakah pasangan anda memiliki dan menunjukan empati yang sewajarnya? Contohnya, melihat binatang yang kesakitan, melihat tunawisma yang mengemis, atau sekedar melihat orang sedih akan membuat seseorang merasa sedih dan berempati. Apakah pasangan anda memiliki kadar empati yang sewajarnya, atau tidak ada sama sekali? Kadar empati menentukan tingkat kestabilitas emosional seseorang, yang juga menyangkut tingkat kekerasan yang dimilikinya.

Pasangan Tidak Peduli Terhadap Perasaan Anda
Pasangan yang tidak peduli dengan perasaan pasangannya biasanya akan berlaku abusive, dan akan bertindak semena-mena. Jika anda merasa pasangan anda tidak peduli terhadap perasaan marah, malu, kecewa dan lainnya, anda mungkin harus mencari tahu penyebabnya. Jika ini dibiarkankan terus menerus dan anda tidak berdiri membela diri sendiri, pasangan anda akan semakin mudah untuk terus berlaku semena-mena terhadap anda.

Pasangan Selalu Temperamental
Jika pasangan selalu marah-marah walaupun pada hal-hal kecil seperti meja kotor, sandal yang hilang sebelah, ataupun telat sedikit dalam membuat sarapan, ada kemungkinan akan terjadi kekerasan rumah tangga dimasa depan. Temperamen yang ringan tangan jika tidak ditangani dari awal benar-benar akan menjadi bencana bagi pernikahan dimasa depan.

Anda Sering Dihina dan Dipermalukan
Anda sering dipermalukan dan dihina di depan umum tanpa mengenal waktu dan tempat? Segera cari jalan penyelesaiannya, dan jangan ditunda-tunda. Ini tandanya pasangan anda sudah tidak ada lagi rasa cinta dan empati terhadap anda. Seseorang yang memiliki rasa kasih sayang tidak mungkin menghina atau mempermalukan pasangannya, apalagi di depan umum.

Anda Tidak Pernah Atau Jarang Dihargai
Kekerasan rumah tangga pun bisa berasal dari rasa jarang dihargai oleh pasangannya. Jika setiap hal-hal kecil maupun besar tidak dihargai pasangannya, akan timbul rasa curiga, kecewa berujung marah yang bisa menjadi penyebab keributan rumah tangga.

Anda Sering Disalahkan
Jika anda sering disalahkan oleh pasangan anda padahal kesalahan tersebut dikarenakan pihak atau alasan lain, anda harus mulai waspada dan mulai mencari jalan penyelesaiannya. Sama seperti di atas, rasa sering disalahkan akan berujung pada perasaan kecewa dan marah, yang bisa menjadi penyebab keributan rumah tangga.

Anda Sering Diancam
Jika anda sering diancam dalam keseharian anda, apalagi dengan nada dan tatapan yang kasar, sudah jelas ini merupakan gejala-gejala kekerasan tanda rumah tangga. Ancaman merupakan hal yang serius yang harus anda perhatikan, bagaimanapun pasangan anda melakukannya.

Anda Selalu Dikontrol
Setiap jamnya, pasangan anda selalu mengontrol anda. Melihat keadaan anda, mengecek handphone anda, hingga melanggar privasi pribadi anda. Meskipun sudah menikah, setiap orang punya batasan privasi yang tidak boleh dilanggar oleh siapapun. Jika anda merasa selalu dikontrol setiap harinya, anda harus mulai mencari jalan keluar dan penyelesaian masalahnya.

Kekerasan dalam rumah tangga dapat dihindari sedini mungkin jika anda dan pasangan mau terus menerus memperbaiki diri. Pernikahan sejatinya butuh kekompakan, perhatian, dan kasih sayang dalam menghadapi setiap masalah yang datang. Jika terlihat gejala-gejala seperti diatas, segeralah berkonsultasi dengan pasangan anda.

Share the Post

About the Author

Comments

No comment yet.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.