Mengenal Prosedur dan Aturan Menikah dengan WNA

etika mengundang

Mengenal Prosedur dan Aturan Menikah dengan WNA

Mengenal Prosedur dan Aturan Menikah dengan WNA

menikah beda negaraAnda mempunyai calon istri atau calon suami yang merupakan warga negara asing (WNA)? Sudahkah anda tahu bahwa ada prosedur, ketentuan dan syarat-syarat yang harus dilengkapi sebelum menikah dengan WNA? Hati-hati, salah sedikit pernikahan impian anda bisa tertunda cukup lama karena dokumen yang tidak lengkap. Untuk itu, mari kita lihat apa saja prosedur dan aturan menikah dengan WNA di bawah ini :

Aturan Menikah Dengan WNA
Aturan tentang menikah dengan WNA tertuang pada Undang-undang Perkawinan No. 1 Tahun 1974 tentang pernikahan antara Warga Negara Indonesia (WNI) dengan Warga Negara Asing (WNA). Jika seorang WNI akan menikah seorang WNA, maka pernikahan ini akan disebut sebagai Perkawinan Campuran. WNA yang ingin menikah dan ingin tinggal di Indonesia harus memiliki Kitas (Kartu Izin Tinggal Terbatas) yang berlaku 1 hingga 2 tahun, tergantung penggunaan dan izinnya. Pada umumnya, Kitas yang digunakan oleh pekerja akan berlaku selama 1 tahun. Sedangkan bagi para investor dan pelajar berlaku selama 2 tahun.


Selain Kitas, ada juga Kitap (Kartu Izin Tinggal Tetap) dan Faskim (Fasilitas Imigrasi). Jika seorang WNA sudah menikah lebih dari 2 tahun dengan WNI, maka WNA tersebut bisa mengajukan Kitap ini yang akan berlaku selama 5 tahun. Jika sudah lebih dari 10 tahun tinggal di Indonesia, WNA tersebut hanya tinggal melaporkan Kitap tersebut ke pihak imigrasi tanpa perlu adanya biaya tambahan.


biaya nikah gratisSyarat Dokumen WNA

WNA yang ingin menikah dengan WNI harus menyertakan syarat berupa dokumen-dokumen yang harus dipenuhi. Jika gagal dipenuhi, pihak imigrasi tidak akan meloloskan WNA tersebut untuk menikah dengan calon pasangan WNI nya. Beberapa dokumen yang harus dipenuhi WNA tersebut adalah :

 

Izin dari kedaulatan/perwakilan negara WNA yang ada di Indonesia
Fotokopi passport yang masih valid dan berlaku.
Fotokopi VISA/Kitas yang masih valid dan berlaku.
Fotokopi Akta Kelahiran
Akta Cerai bagi janda/duda yang sudah pernah bercerai.
Pas Foto terpisah 2×3 dan 3×4 dengan latar belakang biru, sejumlah empat lembar.
Surat Keterangan Mualaf bagi yang baru memeluk agama Islam.
Taukil Wali secara tertulis bagi wali nikah pihak perempuan yang tidak dapat menghadiri akad nikah.
Perlu diketahui, semua dokumen yang disebutkan di atas harus tertulis dalam bahasa Indonesia. Jika surat ini masih dalam bahasa asing dan ingin diterjemahkan, hal ini hanya boleh dilakukan oleh Penterjemah Tersumpah. Dan dikarenakan setiap negara mempunyai ketentuannya masing-masing, sebaiknya WNA yang ingin menikah ini mencari tahu dulu informasi dan pelaporan lengkapnya ke konsulat negaranya.
Syarat Dokumen WNI
Selain syarat dokumen yang harus dipenuhi oleh calon pasangan WNA, WNI yang ingin menikah pun harus melengkapi dokumen dan surat-surat untuk dilaporkan kepada lembaga terkait. Dokumen dan surat-surat yang harus dilengkapi adalah :
Surat Pernyataan Belum Pernah Menikah diatas materai Rp. 6000 dan diketahui RT/RW dan Lurah setempat.
Surat pengantar dari RT/RW setempat.
Surat Keterangan Nikah (N1, N2, dan N4) dari kelurahan/desa setempat.
Persetujuan Kedua Calon Pengantin (N3)
Surat Rekomendasi/Pindah Nikah bagi pendatang dan bukan penduduk asli.
Fotokopi KTP, KK, Keterangan Domisili, Akta Kelahiran dan Ijazah terakhir masing masing dua lembar.
Fotokopi keterangan vaksin/imunisasi TT (Tetanus Toxoid) bagi calon pengantin wanita.
Akta Cerai Asli bagi janda/duda yang sudah pernah bercerai hidup.
Akta Kematian suami/istri dan kutipan akta nikah sebelumnya bagi janda/duda karena meninggal dunia
Pas Foto terpisah 2×3 dan 3×4 dengan latar belakang biru, sejumlah empat lembar. Khusus untuk anggota TNI/Polri harus menggunakan seragam kesatuan.
Izin dari orang tua (N5) bagi calon pengantin yang belum berusia 21 tahun.
Taukil Wali secara tertulis bagi wali nikah pihak perempuan yang tidak dapat menghadiri akad nikah.
Surat Keterangan beragama Islam bagi yang mualaf.


baca juga:  hukum 7 syarat pernikahan dengan WNA


perecanaan keuanganBiaya Pernikahan

Ketetapan biaya pernikahan yang paling baru tertuang pada PP No. 48 tahun 2014, yang efektif berlaku mulai 7 Juli 2014. Biaya yang harus dikeluarkan calon pasangan yang akan menikah adalah Rp. 0 (nol) jika pernikahan dilakukan di Kantor KUA pada jam kerja. Sedangkan jika pernikahan dilakukan diluar kantor dan jam kerja KUA, anda akan dikenakan biaya Rp. 600.000 (enam ratus ribu rupiah) yang bisa anda bayarkan ke Bank yang sudah tunjuk pemerintah dan akan langsung masuk ke kas negara. KUA tidak boleh lagi menerima pembayaran langsung.


baca juga: cara mengurus pernikahan di KUA


Demikian informasi tentang prosedur dan aturan pernikahan dengan WNA yang bisa anda jadikan sebagai referensi jika ingin menikah dengan WNA. Tidak perlu takut, karena sudah banyak WNI yang menikah dengan WNA hingga puluhan tahun tanpa ada masalah. Jika anda punya rencana menikahnya dalam waktu dekat, silahkan anda lengkapi dulu syarat legalitas diatas sebelum memikirkan konsep acara dan desain kartu undangan yang ingin anda pilih. Selamat menikah dengan tenang!

author: Rani

Share the Post

About the Author

Comments

No comment yet.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: