Jika Jodoh Idaman anda Tidak Direstui Keluarga, solusi sebagai berikut

restu-ortu2

Jika Jodoh Idaman anda Tidak Direstui Keluarga, solusi sebagai berikut

Jika Jodoh Idaman anda Tidak Direstui Keluarga, solusi sebagai berikut

beauty posingBicara tentang pernikahan berarti bicara bagaimana upaya untuk menyatukan dua buah keluarga besar. Pernikahan sejatinya tidak sekedar menikahkan dua insan yang berlawananan jenis. Namun bagaimana membangun silahturahmi antar masing-masing keluarga yang sebelumnya tidak pernah saling mengenal. Sehingga kedua keluarga tersebut bisa saling mengenal satu dengan yang lainnya dan kemudian terjalinlah kedekatan secara emosional antar kedua belah pihak.


 

 Bagi kalian yang sudah mendapatkan jodoh idaman dan hendak melangsungkan pernikahan, hal tersebut penting sekali diperhatikan. Dikarnakan pernikahan bukanlah sekedar formalitas perubahan status atau legalisasi hubungan. Namun sebuah ikatan suci yang menyatukan dua insan berlainan jenis dalam sebuah mambangun rumah tangga yang sakinah mawadah warohmah. Tempat keduanya menyemai generasi unggul, pewaris masa depan atau menciptakan sebuah keturunan. Oleh karena itu pernikahan hendaknya terus dijaga dan serta saling percaya agar tetap langgeng.
Namun sangat disayangkan, kesakralan pernikahan sering kali terpaksa buyar karena tidak adanya restu dari keluarga besar masing-masing pasangan. Meskipun sebenarnya si pasangan sudah sangat cocok dan merasa sudah menjadi pasangan seumur hidup, tetapi jika keluarga belum sepenuhnya mendukung dan merestui secara penuh maka  hal ini berpotensi menimbulkan masalah besar. Jika ini yang terjadi, apa yang harus kamu lakukan? Haruskah pernikahan tetap dilangsungkan meskipun kamu dan pasangan tidak mengantongi izin dari keluarga? Agar pernikahanmu bisa awet dan langgeng, dan keluarga akhirnya memberikan restu, berikut ini solusi penting yang harus disiapkan dan dijalankan :
Pertama, pastikan adanya visi dan misi. Menikah itu ibaratkan mengarungi samudera dalam satu kapal yang sama. hal ini berarti, kamu dan pasangan harus memiliki visi misi yang sama. Dengan memiliki visi misi yang sama, kapal akan cepat sampai ke tujuan dengan selamat. Kalau sebaliknya, tanpa visi misi yang jelas ataupun memiliki visi misi tapi berbeda, lajunya kapal akan tersendat atau terhambat  karena harus melawan badai. Tempat tujuan pun juga samar karena tidak jelas jalur yang harus ditempuh untuk sampai ke sana. Jadi, samakan dulu visi dan misimu itu dengan pasangan.
Kedua, BerKomunikasi, komunikasi adalah sarana untuk saling mengemukakan ide ataupun permasalahan yang ada. Berkomunikasilah yang baik antara kamu, pasangan, dan keluarga. Paparkan visi misimu kepada keluarga kedua belah pihak. Ajak mereka berdialog dan galilah pendapat mereka. Apakah mereka keberatan dengan keputusanmua? Atau ada hal-hal yang kurang berkenan di hati mereka? Nah, komunikasikan hal ini dengan cara yang bijaksana. Jika menurut mereka masih banyak hal-hal negatif yang ada pada dirimu ataupun pasangan, mintalah masukan dari mereka. Yakinkan bahwa kalian siap melakukan perubahan ke arah yang lebih positif.
Ketiga, yaitu sebuah komitmen. Pastikan antara anda  dan pasangan memiliki komitmen yang kuat. Bahwa kalian akan siap mengarungi kehidupan rumah tangga, baik dalam suka maupun duka. Menerima segala kelebihan dan kekurangan masing-masing
Keempat, ini cara akhir yang mungkin sudah dilakukan sebelum menikah yaity kemandirian. Sering kali keluarga tidak memberi restu karena mereka melihat kamu atau pasangan belum mandiri. Sehingga mereka kurang yakin bahwa kalian bisa menunaikan segala kewajiban kelak setelah menikah. mungkin ini saatnya sang pasangan mengevaluasi diri. Jika kamu masih anak mama, segera rubah dan buktikan. Bahwa kamu mampu menjadi pribadi yang mandiri.JIka jodoh anda masih belum direstui oleh kedua orang tua anda, yakinlah jika suatu saat nanti mereka pasti merestui hubungan kalian,  optimislah menyikapi hal seperti ini, dan usahakan pasangan anda disukai dan direstui dengan lapang dada oleh calon mertua atau keluarga anda. semoga bermanfaat, dan terimakasih.

Share the Post

About the Author

Comments

No comment yet.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: