beberapa tes yang sebaiknya di lakukan ketika akan menikah

hiv

beberapa tes yang sebaiknya di lakukan ketika akan menikah

beberapa tes yang sebaiknya di lakukan ketika akan menikah

Mau Menikah? Lakukan 5 Tes Kesehatan Ini!

tema pernikahan unikMenikah, siapa yang tidak ingin? Menikah yang merupakan tujuan akhir dari suatu hubungan antara pria dan wanita yang sedang di mabuk cinta, tentu saja bukan hal sepele dan harus dipikirkan matang-matang. Hampir di semua negara, menikah merupakan sesuatu yang sakral dan benar-benar harus diperhatikan persiapannya sedetail mungkin. Mulai dari rencana pernikahan, desain kartu undangan, foto pre-wedding, hingga tempat resepsi. Namun, kebanyakan pasangan lupa dengan satu hal penting yang paling mendasar : kesehatan. Biasanya, orang yang mau menikah terlalu sibuk memikirkan detail-detail rencana demi mewujudkan pernikahan yang sempurna. Padahal, jika setelah menikah pasangan tersebut memiliki masalah kesehatan, pasti tidak akan enak bukan? Untuk itu, lakukan cek kesehatan berikut ini sebelum anda memutuskan menikah dengan pasangan anda :


tes hiv Test HIV dan Penyakit Seksual lainnya (STDs)

Setiap pasangan harus mau melakukan tes ini demi kelangsungan kesehatan kedua pasangan. Bukan bermaksud tidak percaya dengan pasangan, namun tes ini sangat penting demi mencegah terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dimasa depan. Umumnya, tes yang dilakukan antara lain Tes HIV, Hepatitis B dan C, Gonorrhea, Syphillis, Bacterial Vaginosis dan penyakit menular lainnya. Jika terdapat hasil yang positif dalam tes ini, pasangan tersebut dapat mencari bantuan medis bersama sebelum memutuskan untuk menikah. Pengetahuan kesehatan sang calon istri dan suami sudah tentu merupakan hal yang harus diketahui, bukan?


baca juga: pria-belum-siap-untuk-menikah


tes darahTes Golongan Darah/Kelompok Darah

Anda pernah dengar istilah rhesus negative atau rhesus positive? Istilah ini digunakan oleh kalangan medis untuk membedakan kelompok darah yang berbeda. Umumnya, kelompok darah dikelompokan menjadi alfabet A, B, O, dan AB dengan komponen lainnya yang dikenal sebagai rhesus factor yang juga bedakan menjadi positif dan negatif. Ini penting untuk diketahui, karena Isoimmunization atau persatuan darah yang tidak kompatibel akan berpengaruh besar terhadap fetus yang akan ada di rahim perempuan kelak. Wanita dengan rhesus negatif yang menikah dengan pria dengan rhesus positif mempunyai kemungkinan yang lebih besar untuk terjadi inkompabilitas di rahim dimana sang ibu memproduksi senyawa antibodi dan menyerang sel darah merah dari fetus yang sedang berkembang. Pengetahuan golongan darah dan keadaan rhesus antar pasangan dapat meningkatkan kepercayaan dan kewaspadaan untuk rencana kedepannya, termasuk membuat langkah-langkah pencegahan jika terjadi hal yang tidak diinginkan.

kode genetikaTes Genetik

Tes genetik dianjurkan untuk dilakukan oleh kedua pasangan untuk memastikan kesehatan sel-sel dalam tubuh dan faktor genetik lainnya dalam keadaan sehat. Salah satu penyakit genetik yang biasanya dipertanyakan saat pasangan mau menikah adalah Penyakit Sel Sabit (sickle cell disease). Penyakit ini ditandai dengan sel darah merah yang berbentuk abnormal seperti sabit, sehingga mengurangi jumlah oksigen yang ada di dalam sel. Sel tersebut akan menyumbat dan merusak pembuluh darah terkecil dalam limpa, otak, ginjal, tulang dan organ lainnya. Jika satu pihak mempunyai gen ini dan lainnya merupakan pembawa, maka akan terdapat 50% kemungkinan sang anak akan menjadi pembawa.

fersitasTes Fertilitas

Tes ini merupakan tes yang paling umum dilakukan pasangan, terutama yang ingin memiliki anak dan keturunan. Sebagian pasangan bahkan mewajibkan calon istri atau calon suaminya untuk melakukan tes fertilitas sebelum menikah. Tes fertilitas biasa meliputi : analisis seminal, tes hormonal seperti FSH, LH, Prolactin, Testoterone, estrogetn dan progesterone. Ada juga tes ovulasi dan tes pelvic ultrasound yang mungkin dibutuhkan untuk melihat keadaan dan normalitas organ reproduksi internal sang calon istri.

Riwayat Kesehatan

Pernikahan merupakan komitmen seumur hidup antar pasangan. Artinya, sepasang suami istri harus berbagi suka duka dalam keadaan senang ataupun susah, dan sehat maupun sakit. Untuk itu, baik calon istri atau suami harus mempunyai rekap riwayat kesehatan yang bisa dilihat.  Riwayat kesehatan ini biasanya meliputi tes diabetes, tes hipertensi, atau berbagai macam penyakit ringan seperti asma dan sebagainya. Jika belum ada, segeralah melakukan tes –tes ini demi masa depan pernikahan yang awet dan menyehatkan.

Bagaimana? Sudah tahu tes-tes apa saja yang harus dilakukan sebelum menikah? Tapi jangan jadikan kesehatan sang calon pasangan sebagai hambatan untuk menikah yah, karena jika tiap-tiap pasangan mau bekerja sama untuk memecahkan suatu masalah, pasti akan terselesaikan juga.  Ayo tes bersama!

author: rani

sumber: beberapa sumber

Share the Post

About the Author

Comments (1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: