Antara Bekerja Atau Menjadi Ibu Rumah Tangga

ibu rumah tangga

Antara Bekerja Atau Menjadi Ibu Rumah Tangga

Antara Bekerja Atau Menjadi Ibu Rumah Tangga

perceraianAda satu perdebatan diantara kaum wanita yang tidak akan pernah habis dimakan zaman : Pilihan menjadi wanita karir atau menjadi ibu rumah tangga.


Bagi wanita yang pernah atau sudah bekerja, menjadi wanita karir merupakan pilihan yang tidak bisa ditinggalkan walaupun sudah memiliki anak. Sedangkan bagi wanita yang sudah nyaman menjadi ibu rumah tangga, kebanyakan tidak akan mau menjadi wanita karir karena sudah sangat nyaman tinggal dirumah, apalagi jika sudah memiliki anak. Mereka takut akan kehilangan momen-momen penting sang anak berkembang.
Pilihan dan perdebatan antara kaum wanita ini bahkan kadang membingungkan kaum Adam alias sang suami. Padahal biasanya, sang suami memberikan kebebasan sang wanita untuk memilih jalur yang mana. Jika anda adalah seorang wanita yang akan menikah dan bingung untuk memilih yang mana, kami berikan sedikit ‘profil’ dari setiap jalur yang ada :

working mommyWanita Karir

Jika anda berencana untuk menunda tidak segera memiliki anak, anda akan menikmati menjadi wanita karir pada awal-awal pernikahan. Anda tidak akan bosan menunggu suami pulang, anda bisa mengerjakan yang mungkin anda senang kerjakan, dan gaji yang anda dapatkan bisa digunakan untuk tabungan keluarga bersama. Bekerja akan membuat otak yang biasa dipakai belajar terus berputar, menjaga anda tetap terkoneksi dengan dunia luar, dan dapat memuaskan hasrat anda untuk berinteraksi secara intelektual dengan orang lain.
Anda dan suami akan tetap fokus dan berada dalam satu halaman jika anda memilih bekerja. Anda bisa merasakan apa yang suami rasakan, dan suami anda pun sebaliknya. Jika anda berencana langsung anak, suami anda pun tidak akan merasa bahwa mengurus anak harus dilakukan berdua, tidak bisa sendiri. Mempertahankan rasa cinta yang spontan antara suami dan istri bisa lebih mudah dilakukan jika anda bekerja, karena rasa cinta dan antusiasme anda pada pekerjaan mungkin merupakan salah satu alasan suami menikahi anda.
Namun perlu diingat, ada beberapa hal yang mungkin anda lewatkan jika menjadi wanita karir. Mungkin anda akan memiliki rasa bersalah jika anda berada dalam deadline yang sangat penting, sehingga anda lupa atau tidak bisa membuat sarapan untuk suami anda. Dalam hati terdalam anda, anda sadar betul bahwa tugas dari seorang istri adalah melayani suami. Tapi ya bagaimana, deadline tugas juga tidak bisa diabaikan bukan? Ada saatnya anda akan merasa bahwa rumah adalah tempat untuk tidur semata, jika anda benar-benar capek sedari bekerja. Yang bisa anda pikirkan hanyalah tempat tidur dengan segala kenyamanannya. Anda kadang akan lupa bagaimana keadaan suami, bagaimana hubungan anda dengan suami, dan bagaimana anda memanjakan diri sendiri.
Menjadi wanita karir memang menyenangkan, namun juga bisa bersifat adikitif. Anda akan sibuk bekerja dan bisa saja lupa dengan kewajiban istri sebagai pendamping suami. Belum lagi jika anda mempunyai anak, akan semakin terbagi waktu yang bisa anda berikan. Jika anda merasa bisa berlaku adil dalam membagi waktu, dan anda pun mempunyai tenaga untuk itu, wanita karir merupakan pilihan yang tepat untuk anda.

working at kitchenIbu Rumah Tangga

Menjadi Ibu rumah tangga bagi sebagian perempuan merupakan anugrah yang paling besar dan impian di masa depan. Mengurus suami, mengurus anak, mengurus keuangan rumah, hingga menata rumah agar selalu dalam keadaan rapih merupakan keadaan yang diidam-idamkan bagi para wanita yang siap dan ingin menjadi ibu rumah tangga. Jika anda dan suami menginginkan anak langsung pada awal-awal pernikahan, menjadi ibu rumah tangga sudah tentu menjadi pilihan yang paling baik.
Dengan menjadi ibu rumah tangga, anda tidak akan melewatkan masa pertumbuhan anak anda nantinya. Sebagai orang utama yang mengurus sang bayi, andalah yang paling tahu tentang anak anda. Bukan suami anda, bukan babysitter anda, hanya anda. Anda akan bisa memantau setiap perkembangan fisik dan mental anak anda, mulai dari bayi hingga tumbuh dewasa. Bonding anda dan anak anda akan lebih kental dan jauh lebih dekat dibandingkan dengan ibu yang memilih menjadi wanita karir.
Dikarenakan anda selalu ada dirumah, anda mempunyai kontrol yang penuh terhadap rumah maupun terhadap suami. Anda dapat bersama disamping suami 100% untuk mendukungnya setiap saat. Anda juga akan langsung bisa bergerak cepat jika ada sesuatu yang tidak beres dirumah. Dan karena anda setiap saat ada dirumah dan lingkungannya, kadar stress anda akan turun secara drastis. Anda dapat melakukan apa yang anda inginkan, tidak memikirkan deadline, tidak harus dimarahi bos, dan bisa bermain dengan anak setiap saat.
Namun tentu saja, ada beberapa hal yang mungkin akan anda lewatkan jika anda memilih menjadi ibu rumah tangga yang ‘bekerja’ secara fulltime.

Jika anda belum mempunyai anak dan tidak mempunyai hobi yang sangat disukai, anda akan merasa sangat bosan untuk diam dirumah menunggu sang suami pulang. Anda mungkin akan menghitung setiap detik dan menit anda diam dirumah, membiarkan rasa bosan terus merayap kedalam diri anda.
Dan pada saat bersamaan, pekerjaan anda di dalam rumah tidak akan pernah berhenti.

Anda akan merasa ada saja yang harus dibersihkan, yang harus dibereskan, mulai dari hal-hal kecil hingga yang besar. Anda akan merasa rumah selalu kotor, berantakan, dan harus dibereskan, apalagi jika anda sudah mempunyai anak. Pekerjaan rumah yang terlihat sepele seakan tidak akan ada habisnya.
Jika anda memilih untuk menjadi ibu rumah tangga tulen, anda akan kehilangan semua aktifitas pekerjaan yang dulu anda nikmati. Mengobrol bersama rekan kerja, pergi meeting di café, hingga bertemu klien yang mungkin anda akan rindukan jika anda mulai merasa bosan di rumah. Anda juga akan merasa out-of-date dengan tren-tren yang ada diluar sana, karena anda jarang keluar lagi untuk sekedar window shopping.

Jadi, Pilih Mana?
Tentu saja, pilihan untuk menjadi ibu rumah tangga atau wanita karir sepenuhnya ada ditangan anda dan suami. Anda sudah tahu dampak dan kerugian dari masing-masing pilihan, baik dampak untuk hubungan anda dengan suami, hubungan anda dengan anak, dan juga kenyamanan untuk diri sendiri. Sebelum memutuskan untuk memilih yang mana, libatkan suami anda. Pernikahan adalah kekompakan antara suami dan istri, yang mustahil bisa dicapai jika hanya istri yang terlibat. Dengan melibatkan suami anda, anda mempunyai second opinion tentang baik dan buruknya pilihan yang anda ambil. Jangan sampai suami tidak setuju dengan pilihan anda, yang malah akan memperburuk hubungan anda dengan suami. Selamat memilih!

author: Rani

 

Share the Post

About the Author

Comments (1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.