Dijodohkan Oleh Orang Tua : Sebuah Bencana atau Anugerah?

Pilihan-Menikah-1024×440

Dijodohkan Oleh Orang Tua : Sebuah Bencana atau Anugerah?

Dijodohkan Oleh Orang Tua : Sebuah Bencana atau Anugerah?

By Rani Yustita

Bagi sebagian wanita, dijodohkan oleh orang tua merupakan hal yang paling menakutkan
Pada zaman modern ini, banyak wanita yang merasa galau gundah gulana saat diberitahu oleh orang tua bahwa dirinya mau dijodohkan.

 

Uniquecardwedding.co.id – Para wanita ini merasa sekarang sudah bukan zaman Siti Nurbaya, dimana orang tua dengan bebas menentukan anaknya menikah dengan siapa. Mereka memiliki hak mutlak sebagai manusia seutuhnya untuk bebas memilih dengan siapa mereka ingin menikah.

Namun bagi sebagian wanita lainnya, hal ini menjadi hadiah terindah dalam hidupnya. Mereka sangat menantikan hari dimana orang tuanya menjodohkan dengan lelaki lain, yang tentu saja sudah dinilai bibit-bebet-bobotnya. Para wanita ini menganggap proses dijodohkan dengan lelaki pilihan orang tuanya merupakan bukti abdi sebagai anak paling tinggi. Mereka rela, sangat rela untuk dijodohkan.

Dengan melihat fenomena di atas, mengapa proses menjodohkan bisa memiliki reaksi yang berbeda pada sebagian wanita?

 

Baca Juga Artikel Ini: 

Ciri ciri pria belum siap menikah

6 Inspirasi Acara Pernikahan Malam Hari Yang Unik Dan Menarik!

 

 

Mengapa Seseorang Dijodohkan?

Dampak yang berbeda bisa jadi dikorelasikan dengan alasan mengapa seseorang di jodohkan pada awalnya. Beberapa alasan tersebut adalah :

5 Hal yang bikin pria takut menikah

 

Merasa Masih Anak Kecil – Banyak orang tua yang merasa anak wanitanya masih anak kecil, dan belum bisa membuat keputusan yang tepat dan stabil. Karena itu, para orang tua biasanya akan mengambil alih keputusan-keputusan penting dalam kehidupan wanita ini, termasuk soal pasangan hidup. Hal-hal seperti ini biasanya dialami pada keluarga kecil, dimana si wanita ini merupakan anak tunggal.

Demi Keberlangsungan Bisnis – Kalau kamu sering melihat film dan drama Korea, pasti tidak asing melihat adegan dimana anak dari bos perusahaan A dijodohkan dengan anak dari bos perusahaan B. Hal ini dilakukan bukan lain demi keberlangsungan bisnis yang dimiliki sang orang tua, agar 2 perusahaan ini semakin erat hubungan kerja samanya. Dan percaya atau tidak, business marriage semacam ini lumrah dilakukan oleh perusahaan besar dan kecil di seluruh dunia.

Tidak Cocok Dengan Pilihan Sang Anak – Dengan kata lain, orang tua berusaha mensabotase hubungan sang anak dengan lelaki pilihannya. Orang tua merasa lelaki pilihan sang anak tidak pantas atau tidak berkualitas, dan tidak rela jika anaknya menikah dengan lelaki tersebut. Dengan menjodohkan sang anak dengan laki-laki lain yang sekiranya lebih ‘pantas’, mau tidak mau hubungan mereka harus berakhir.

Faktor Umur – Pada zaman yang sudah modern ini, mungkin alasan inilah yang paling dimasuk akal. Para orang tua berusahan menjodohkan anak wanitanya yang dilihat sudah berumur namun belum juga mendapat pasangan. Biasanya para orang tua hanya ‘menyodorkan’ beberapa pilihan lelaki yang sekiranya baik untuk sang anak wanita. Namun pada akhirnya keputusan akhir akan tetap ada pada sang anak.

Jika kita melihat alasan-alasan mengapa seseorang dijodohkan, tentu wajar jika anak wanita memiliki reaksi yang berbeda-beda. Apabila sang anak merasa memiliki hak untuk memilih pasangannya sendiri, maka proses perjodohan ini dilihatnya sebagai pemaksaan.

 

Film Yang Akan Membuat Anda Ingin Cepat Menikah

Haruskah Kita Memaafkan Pasangan Yang Pernah Selingkuh?

 

Bagaimana Jika Kita Sudah Memiliki Pilihan?

Bagi wanita yang sudah memiliki lelaki pilihan, dijodohkan oleh orang tua biasanya dianggap sebagai bencana dan akhir dunia. Mereka bingung, apakah akan mempertahankan lelaki yang dicintainya, atau membangkang dan tidak menuruti perintah orang tuanya. Jika sudah seperti ini, apa yang harus kita lakukan?

Pertemukan, Dan Yakinkan Orang Tua

Hal yang paling pertama harus dilakukan adalah mempertemukan sang lelaki pilihan kepada orang tua, jika sebelumnya belum pernah bertemu. Pada saat betemu, usahakan berdandan yang rapih yang sedikitnya dapat memperlihatkan bahwa dia memiliki rasa sopan santun dan hormat pada orang tua.

Pada saat bertemu, yakinkan orang tua bahwa laki-laki yang menjadi pilihan ini cocok dengan kamu. Mulai dari sifat, perilaku, hingga nilai dan prinsip hidupnya. Bicarakan sedetail mungkin tentang apa yang baik dari lelaki pilihan mu ini, dan biarkan pula orang tua bertanya langsung.

Setelah pertemuan selesai, langsung bicarakan dengan orang tua bagaimana kesan-kesan yang diterima dari lelaki tersebut. Jika dirasa masih ada yang kurang, berikan janji pada orang tua bahwa kamu dan lelaki pilihan mu akan berusaha untuk memperbaikinya. Dengan melihat kamu dan lelaki pilihanmu benar-benar serius, hati orang tua lama kelamaan akan luluh dan akhirnya percaya pada pilihan mu.

 

Antara Gengsi dan Nikah Modal Cinta

 

Dijodohkan

Pada saat bertemu, tampilkan sopan santun dan rasa hormat

Komitmen Memenuhi Kriteria Orang Tua

Semua orang tua pasti ingin yang terbaik untuk anaknya. Tidak ada orang tua di dunia ini yang ingin melihat anaknya menderita dan tidak bahagia. Karena itulah orang tua memiliki kriteria yang kadang kita nilai terlalu berlebihan, apalagi soal jodoh ini.

Banyak orang tua yang secara implisit mematok kriteria yang kadang kita bilang terlampau tinggi, seperti harus punya rumah, gaji sekian, dan kerja di perusahaan terkenal. Kalau menurut mu hal ini masih masuk akal, kamu dan lelaki pilihan mu harus komitmen dalam memenuhi kriteria yang orang tua inginkan. Namun jika menurut mu permintaan orang tua terlalu tinggi, yakinkan mereka bahwa kamu dan lelaki pilihan mu akan selalu mencoba yang terbaik.

Jika Masih ‘Keukeuh’, Tolak Dengan Halus

Proses memperbaiki diri dalam rangka memenuhi kriteria yang diinginkan oleh orang tua tentu tidak bisa diraih dengan instan. Pada saat proses ini, orang tua pasti akan mencoba membujuk agar mau dijodohkan dengan pilihan mereka yang mereka nilai lebih baik. Jika hal ini terus terjadi, tolak dengan halus bujukan mereka dan minta untuk bersabar.

Meskipun kamu mungkin kesal selalu dibujuk dan seakan ‘dipaksa’ untuk meninggalkan pria pilihanmu, jangan pernah sekali-kali menolak dengan kasar. Hal tersebut hanyalah akan membuat usaha yang dilakukan sia-sia, karena respek pada orang tua sudah menghilang.

Jika kamu sudah mulai kesal selalu di bujuk, hadapi dengan senyuman yang tulus, dan peluk dengan erat orang tua kamu. Jelaskan dengan nada yang lembut bahwa kamu sudah yakin dengan pilihan mu, dan minta mereka bersabar untuk melihat perubahan yang diinginkan.

 

Selalu Lihat Sisi Positifnya

Biar kamu tidak mudah kesal karena sikap orang tua yang terkesan memaksakan, selalu lihat sisi positif apapun yang di minta orang tua. Mereka ingin, anaknya yang cantik ini tidak ingin menderita dan selalu bahagia. Mereka membujuk dan mencoba menjodohkan pun didasari rasa sayang dan rasa cinta, bukan karena apa-apa. Jadi, sudah sepantasnya kita sebagai anak harus berbakti, sopan dan menghargai apa yang orang tua lakukan.

Tapi perlu diingat juga, bahwa kita sudah menjadi orang dewasa yang harus bisa membuat keputusan sendiri. Kita memiliki prinsip dan nilai-nilai kehidupan yang hanya kita sendiri yang mengerti. Karena itu, jangan sampai prinsip dan nilai hidup kita ‘tergadaikan’ hanya karena ingin selalu menuruti perintah orang tua. Jika hal ini terus dilakukan, maka seumur hidup kita tidak akan pernah menjadi orang dewasa seutuhnya.

 

5 Kebiasaan Kecil Ini Akan Memperkuat Pernikahan Anda Loh!

16 Ide Foto Pre Wedding Ala Korea Yang Lucu & Romantis

 

Demikian ungkapan hati yang bisa saya sampaikan tentang proses penjodohkan ini. Buat kamu yang masih merasa bahwa proses perjodohan merupakan tindakan egois dari orang tua, coba yuk kita lihat dari sisi positifnya. Mereka hanya ingin yang terbaik untuk anak kesayangannya, tidak kurang dan tidak lebih. Kalau kamu tidak setuju, segera ungkapkan dengan halus, lembut, dan penuh rasa sayang bahwa kamu sudah punya pilihan sendiri dan menolak untuk dijodohkan.

 

Cara Memesan Kartu Undangan Online 

 

Share the Post

About the Author

Comments

No comment yet.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *